Minggu, 09 Januari 2011

SEMANTIK DAN PRAGMATIK

DEFINISI SEMANTIK
Semantik (semantics) adalah cabang linguistik yang meneliti arti atau makna.
Makna yang diteliti oleh semantik adalah makna bebas konteks. Makna itu ada yang bersifat leksikal dan ada yang gramatikal.
1. Pengertian Semantik
Semantik (semantics) adalah cabang linguistik yang meneliti arti atau makna. Makna yang diteliti oleh semantik itu adalah makna bebas konteks. Makna itu ada yang bersifat leksikal dan ada yang gramatikal.

2. Bahan Penelitian Semantik
Bahan penelitian semantik adalah semua satuan kebahasaan bermakna, seperti wacana, kalimat, frasa, kata, dan morfem. Objek sasarannya adalah makna satuan-satuan kebahasaan itu.

3. Makna, Informasi, dan Maksud
Dalam semantik dikenal konsep makna, informasi, dan maksud. Ketiga konsep itu berbeda satu sama lain. Makna (meaning) adalah sesuatu yang berada di dalam ujaran atau gejala dalam-ujaran. Informasi (information) adalah sesuatu yang luar-ujaran di pihak objek kenyataan yang dibicarakan. Maksud (sense) adalah sesuatu yang luar-ujaran di pihak maksud si pengujar sendiri.
4. Semantik Gramatikal
Semantik gramatikal (grammatical semantics), yaitu semantik yang meneliti makna gramatikal (grammatical meaning). Makna gramatikal adalah makna yang muncul karena hubungan antara satuan kebahasaan yang satu dengan satuan kebahasaan yang lain dalam satuan kebahasaan yang lebih besar. Afiks –i, misalnya, mempunyai makna gramatikal ‘tempat’ bila melekat pada bentuk dasar sejenis duduk dan mempunyai makna gramatikal ‘berkali-kali’ bila melekat pada bentuk dasar sejenis pukul.
5. Semantik Leksikal
Semantik leksikal (lexical semantics, word semantics), yaitu semantik yang meneliti makna leksikal (lexical meaning, semantic meaning, external meaning). Makna leksikal adalah makna satuan kebahasaan sebagai lambang benda, peristiwa, dan lain-lain yang terlepas dari penggunaannya atau konteksnya. Makna leksikal dalam deskripsi linguistik lazimnya ditandai dengan tanda petik tunggal (’...’). Kata meja, misalnya, memiliki makna leksikal ‘perkakas (perabot) rumah yang mempunyai bidang datar sebagai daun dan berkaki sebagai penyangganya’.
6. Lingkup pembicaraan dalam Semantik Leksikal
a. Makna dan referensi
Makna leksikal menunjuk pada sifat “kata” sebagai unsur leksikal. Referensi menunjuk pada sesuatu yang ditunjuk.
Referensi merupakan salah satu sifat makna leksikal.
Referensi ada dua:
referensi ekstralingual (eksoforis): referen di luar bahasa.
(Semantik leksikal)
referensi intralingual (endoforis):
(Semantik gramatikal) - referen di dalam tuturan.
- anaforis (merujuk ke belakang)
- kataforis (merujuk ke depan)
b. Denotasi dan konotasi
Denotasi: makna harfiah
Konotasi: makna kias
c. Makna ekstensional dan analisis intensional
Makna ekstensional = makna pragmatis à hal-hal ekstralingual
Makna intensional = sifat-sifat semantis

d. Analisis komponensial
Komponen pembeda. Dipelajari oleh ahli antropologi.
e. Sinonim, antonim, homonim, dan hiponim
BAHAN DAN OBJEK SEMANTIK
Bahan penelitian semantik adalah semua satuan lingual bermak¬na, seperti wacana, kalimat, frasa, kata, dan morfem. Objek sasarannya adalah makna satuan-satuan lingual itu.

MAKNA,INFORMASI, DAN MAKSUD
Dalam semantik dikenal konsep makna, informasi, dan maksud. Ketiga konsep itu berbeda satu sama lain. Makna (meaning) adalah sesuatu yang berada di dalam ujaran atau gejala dalam-ujaran. Informasi (information) adalah sesuatu yang luar-ujaran di pihak objek kenyataan yang dibicarakan. Maksud (sense) adalah sesuatu yang luar-ujaran di pihak maksud si pengujar sendiri.

JENIS SEMANTIK
 Semantik leksikal (lexical semantics, word semantics), yaitu semantik yang meneliti makna leksikal (lexical meaning, semantic meaning, external meaning). Makna leksikal adalah makna satuan lin-gual sebagai lambang benda, peris-tiwa, dan lain-lain; makna leksikal ini dimiliki oleh satuan lingual lepas dari penggunaannya atau konteks-nya.
 Semantik gramatikal (grammatical semantics), yaitu semantik yang meneliti makna gramatikal (grammatical meaning). Makna gramatikal adalah makna yang muncul karena hubungan anta¬ra sa¬tuan lingual yang satu dengan satuan lingual yang lain dalam satuan lingual yang lebih besar.
 Makna referensial adalah makna yang ada referen atau acuannya, sedangkan makna nonrefernsial adalah makna yang tidak mempunyai referen atau acuannya.

 Makna denotatif adalah makna asli, makna asal, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh satuan lingual, sedangkan makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatif.

 Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh satuan kebaha-saan terlepas dari konteks atau asosiasi apa pun, sedangkan mak-na asosiatif adalah makna yang dimiliki oleh satuan kebahasaan berkenaan dengan adanya hubungan satuan kebahasaan iatu dengan sesuatu di luar bahasa.

PRAGMATIK
 Pragmatik adalah cabang linguistik yang menyelidiki makna tuturan (utterances). Medan yang digeluti oleh pragmatik itu ada empat, yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujaran, dan implikatur percakapan.
 Deiksis (deixis) adalah kata-kata yang tidak memiliki referen yang tetap. Kata-kata deiktis itu misalnya saya, sini, dan sekarang. Kata-kata itu tidak mempunyai referen yang tetap. Berbeda halnya dengan kata meja, kursi, dan pintu. Kata-kata itu mempunyai referen yang tetap.
 Praanggapan (presupposition) adalah syarat yang diperlukan bagi benar-tidaknya suatu kalimat. Misalnya kalimat Ia berdagang adalah praanggapan bagi kebenaran kalimat Barang dagangannya sangat laku.
 Tindak ujaran (speech acts) berhubungan dengan fakta bahwa di dalam mengatakan suatu kalimat, seseorang tidak semata-mata mengatakan ssuai dengan mengucapkan kalimat itu, tetapi ia juga "menindakkan" sesuatu. Dalam pernyataan Sudah jam sembilan, misalnya, yang dimaksudkan tidak sekadar memberi tahu keadaan jam pada waktu itu, tetapi juga dimaksudkan untuk memerintahkan lawan bicara supaya segera pulang karena waktu kunjungan habis.
 Implikatur percakapan (conversational implication) berhubungan dengan adanya "kesepakatan bersama" antara dua orang yang bercakap-cakap. Kesepakatan itu antara lain berupa kontrak tak tertulis bahwa ihwal yang dibicarakan harus saling berhubungan atau berkaitan. Kalimat Aku sudah mandi tadi sebagai jawaban atas pernyataan Wah, panas sekali, ya, sore ini! Kamu kok tenang-tenang saja; apa nggak keringatan?, misalnya, berhubungan dengan implikatur percakapan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar